Senin, 03 Juni 2013

TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI DALAM PERTANIAN KHUSUSNYA AGRIBISNIS


7 Votes

Sejalan dengan perkembangan teknologi di era globalisasi ini, maka proses adopsi inovasi dalam pemanfatan teknologi khususnya ICT (Information and Information Technology) , juga semakin cepat. Siapa saja yang paling progresif dalam adopsi-inovasi ICT ini, maka dialah yang memperoleh keuntungan dari aplikasi ICT dibidang pertanian ini. Disini hanya mereka yang mampu menguasai ICT yang dapat memperoleh keuntungan bisnis dibidang pertanian.
Banyak pihak telah menyadari pentingnya teknologi informasi dan komunikasi (TIK) begitupula dampak ICT dalam bidang pertanian. Pihak pemerintah juga sudah merespon dengan cukup bagus. Hal ini dapat dilihat dalam program RENSTRA (rencana strategsis) 2005-2009. Departemen pertanian dalam kebijakan operasional (Anonim, 2005) telah disusun beberapa program yang garis besarnya dapat dikelompokkan menjadi empat yaitu : Pengembangan dan Penyelenggaraan Sistem Informasi dan Statsitik Pertanian, Peningkatan Pemanfatan dan Penyebaran Informasi, Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia dalam Bidang Statistik dan Sistem Informasi, serta Pengembangan dan Penataan Kelembagaan Sistem Informasi.
Keempat kebijakan tersebut menyangkut pemanfatan ICT untuk pembangunan pertanian, meningkatkan kualitas komunikasi diberbagai bidang subsektor pertanian melalui penguasaan dan penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi (ICT) dalam meperkuat daya saing sektor pertanian dalam menghadapi tantangan global. Agribisnis lazimnya didefinisikan sebagai rangkaian kegiatan mulai dari proses produksi panen, pasca panen pemasaran dan kegiatannya lainnya yang berkaitan dengan kegiatan pertanian (Soekartawi, 2003). Karena ICT juga merambah pada kegiaatn pertanian maka munculah istilah e-Agriculture atau e-Agribusiness, yaitu pemanfatan ICT dibidang pertanian atau bisnis dibidang pertanian. e-Agribusiness adalah e-commerce yaitu e (elektronika) dan commerce (perdagangan), maka pengertiannya sebagai kegiatan perdagangan melalui jasa elektronika. Dengan perkembangan teknologi yang begitu pesat, maka penggunaan jasa elektronika dalam perdagangan juga berkembang pesat. Antara lain, audio dan video ke teknologi komputer berkembang menjadi teknologi web atau internet.
Berdasarkan penjelasan sebelumnya, aktivitas bisnis dalam bidang agribisnis atau e-Agribusiness antara lain Business to Business yaitu kegiatan antara pebisnis satu dengan lainnya, Business to Consumers yaitu kegiatan antara pebisnis dengan konsumen, Business to Government yaitu kegiatan antara pebisnis dengan pemerintah, Intra-Organizational, konsumer dapat berkomunikasi antara mereka sendiri. Keuntungan yang dapat diperoleh antara lain mampu mengikuti pergerakan yang cepat dalam pasar global, meningkatkan jalanya organisasi yang efektif dan efesien., mengetahui lebih cepat dimana potensi produsen dan potensi konsumen, meningkatkan pelayanan terhadap pelanggan, menghemat waktu, mTEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI DALAM PERTANIAN KHUSUSNYA AGRIBISNIS
{ Desember 16, 2009 @ 3:05 am } · { TIK }

      7 Votes

Sejalan dengan perkembangan teknologi di era globalisasi ini, maka proses adopsi inovasi dalam pemanfatan teknologi khususnya ICT (Information and Information Technology) , juga semakin cepat. Siapa saja yang paling progresif dalam adopsi-inovasi ICT ini, maka dialah yang memperoleh keuntungan dari aplikasi ICT dibidang pertanian ini. Disini hanya mereka yang mampu menguasai ICT yang dapat memperoleh keuntungan bisnis dibidang pertanian.

Banyak pihak telah menyadari pentingnya teknologi informasi dan komunikasi (TIK) begitupula dampak ICT dalam bidang pertanian. Pihak pemerintah juga sudah merespon dengan cukup bagus. Hal ini dapat dilihat dalam program RENSTRA (rencana strategsis) 2005-2009. Departemen pertanian dalam kebijakan operasional (Anonim, 2005) telah disusun beberapa program yang garis besarnya dapat dikelompokkan menjadi empat yaitu : Pengembangan dan Penyelenggaraan Sistem Informasi dan Statsitik Pertanian, Peningkatan Pemanfatan dan Penyebaran Informasi, Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia dalam Bidang Statistik dan Sistem Informasi, serta Pengembangan dan Penataan Kelembagaan Sistem Informasi.

Keempat kebijakan tersebut menyangkut pemanfatan ICT untuk pembangunan pertanian, meningkatkan kualitas komunikasi diberbagai bidang subsektor pertanian melalui penguasaan dan penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi (ICT) dalam meperkuat daya saing sektor pertanian dalam menghadapi tantangan global. Agribisnis lazimnya didefinisikan sebagai rangkaian kegiatan mulai dari proses produksi panen, pasca panen pemasaran dan kegiatannya lainnya yang berkaitan dengan kegiatan pertanian (Soekartawi, 2003). Karena ICT juga merambah pada kegiaatn pertanian maka munculah istilah e-Agriculture atau e-Agribusiness, yaitu pemanfatan ICT dibidang pertanian atau bisnis dibidang pertanian. e-Agribusiness adalah e-commerce yaitu e (elektronika) dan commerce (perdagangan), maka pengertiannya sebagai kegiatan perdagangan melalui jasa elektronika. Dengan perkembangan teknologi yang begitu pesat, maka penggunaan jasa elektronika dalam perdagangan juga berkembang pesat. Antara lain, audio dan video ke teknologi komputer berkembang menjadi teknologi web atau internet.

Berdasarkan penjelasan sebelumnya, aktivitas bisnis dalam bidang agribisnis atau e-Agribusiness antara lain Business to Business yaitu kegiatan antara pebisnis satu dengan lainnya, Business to Consumers yaitu kegiatan antara pebisnis dengan konsumen, Business to Government yaitu kegiatan antara pebisnis dengan pemerintah, Intra-Organizational, konsumer dapat berkomunikasi antara mereka sendiri. Keuntungan yang dapat diperoleh antara lain mampu mengikuti pergerakan yang cepat dalam pasar global, meningkatkan jalanya organisasi yang efektif dan efesien., mengetahui lebih cepat dimana potensi produsen dan potensi konsumen, meningkatkan pelayanan terhadap pelanggan, menghemat waktu, meningkatkan keuntungan dari lembaga perantara (efisiensi jalur distribusi).

Walaupun demikian , masih terdapat banyak kendala dalam pengunaan ICT dalam bisnis dibidang pertanian antara lain Sisi Infrastruktur ICT yaitu : Konektivitas, tersedianya aliran listrik, tersedianya perangkat keras (hardware seperti komputer dll), Sisi Content yaitu : tersedianya software yang aplikable, sulitnya mengukur atau menginformasikan berbagai produk pertanian (sifat barangnya, sifat segar,dll), Sisi SDMnya yaitu : tidak banyak orang yang dapat memanfaatkan atau mengoperasikan perangkat ICT.
Pemanfatan ICT dalam kegiatan pertanian, memang relatif tertinggal bila dibandingkan dengan kegiatan non-pertanian karena ICT sudah berkembang begitu cepat. Maka para pemangku kepentingan (Stakeholders) juga sudah mulai memanfaatkan keunggulan ICT ini. Pemanfaatan ICT dalam pertanian masih terbatas pada intenfikasi tukar menukar informasi untuk bertransaksi perdagangan produk pertanian. Bagi aktor agribisnis yang progresif, mereka akan memanfatkan keunggulan ICT ini. Berbagai perangkat ICT juga semakin dekat ke produsen dan konsumen, salah satunya adalah membangun berbagai jaringan (network). Oleh sebab itu diharapkan adanya sinergisitas antara keduanya untuk memajukan pertanian Indonesia.

Sumber : Soekartawieningkatkan keuntungan dari lembaga perantara (efisiensi jalur distribusi).
Walaupun demikian , masih terdapat banyak kendala dalam pengunaan ICT dalam bisnis dibidang pertanian antara lain Sisi Infrastruktur ICT yaitu : Konektivitas, tersedianya aliran listrik, tersedianya perangkat keras (hardware seperti komputer dll), Sisi Content yaitu : tersedianya software yang aplikable, sulitnya mengukur atau menginformasikan berbagai produk pertanian (sifat barangnya, sifat segar,dll), Sisi SDMnya yaitu : tidak banyak orang yang dapat memanfaatkan atau mengoperasikan perangkat ICT.
Pemanfatan ICT dalam kegiatan pertanian, memang relatif tertinggal bila dibandingkan dengan kegiatan non-pertanian karena ICT sudah berkembang begitu cepat. Maka para pemangku kepentingan (Stakeholders) juga sudah mulai memanfaatkan keunggulan ICT ini. Pemanfaatan ICT dalam pertanian masih terbatas pada intenfikasi tukar menukar informasi untuk bertransaksi perdagangan produk pertanian. Bagi aktor agribisnis yang progresif, mereka akan memanfatkan keunggulan ICT ini. Berbagai perangkat ICT juga semakin dekat ke produsen dan konsumen, salah satunya adalah membangun berbagai jaringan (network). Oleh sebab itu diharapkan adanya sinergisitas antara keduanya untuk memajukan pertanian Indonesia.
Sumber : Soekartawi

SUKSES BERTANAM PEPAYA UNGGUL (BAGIAN 1)

buah-pepaya-subang
Oleh Prof. DR. Ir. SOBIR MS.
Pusat Kajian Hortikultura Tropika (PKHT), LPPM, IPB
Pengembangan varietas baru papaya oleh Pusat Kajian Buah Tropika IPB mulai dari Arum Bogor, Callina, dan Carisya, telah mendorong agribisnis papaya membesar, sehingga pada saat ini komoditas papaya sudah ikut memenuhi pasar pasar modern sejajar dengan komoditas lain, dan buah varietas tersebut juga sudah mulai mendominasi pasar-pasar tradisional walaupun nama komersialnya adalah California untuk Varietas Callina dan Jamaica untuk Varitas Carisya. Selanjutnya berdampak pada peningkatan ekspor papaya melambung hingga nilainya meningkat mencapai 5583% (Direktorat Jenderal Hortikultura, 2012).
Peningkatan agribisnis papaya telah mendorong banyak pihak untuk menanam papaya, baik petani papaya tradisional, tetapi sebagian besar adalah pelaku produsen papaya baru yang sebelumnya belum menanam papaya. Oleh karena itu beberapa factor belum dikuasai oleh penanam pemula, akan tetapi karena nilai ekonomi yang tinggi, yaitu sekitar 70 ton/ha selama masa produksi (3 tahun) yang setara dengan 245 juta. Untuk mengurangi kegagalan penanam pemula, pada makalah ini disajikan kunci-kunci yang perlu diperhatikan.
A. Lokasi Tanam yang Sesuai
Faktor utama penentu keberhasilan adalah lokasi penanaman.Pemilihan dan penentuan lokasi bertujuan untuk mendapatkan lahan tanam yang sesuai, sehingga pepaya mampu berproduksi optimal dan menghasilkan buah sesuai dengan mutu yang ditetapkan. Untuk mendapatkan informasi lokasi tanam yang ideal, Anda dapat menghubungi stasiun meteorologi terdekat untuk mendapatkan data iklim 10 tahun terakhir. Berdasarkan data dari stasiun agroklimat tersebut dapat diperoleh informasi daerah-daerah dengan karakteristik iklim cuaca tertentu.
Langkah-langkah yang dilakukan dalam hal pemilihan dan penentuan lokasi penanaman pepaya sebagai berikut :
  1. Pilih lokasi dengan curah hujan berkisar 1.500 – 3.800 mm/tahun dengan bulan basah dan suhu harian 21 – 32 oC.
  2. Ukur ketinggian tempat dengan altimeter. Ketinggian yang sesuai untuk penanaman pepaya adalah kurang dari 600 m dpl.
  3. Ukur kemasaman tanah di lima titik berbeda di lahan yang akan ditanami. Rata-ratakan pH dari lima titik pengukuran. Hasilnya sebaiknya berada pada kisaran 4,5 – 7.
  4. Pilih lahan dengan tanah yang bertekstur pasir, tanah aluvial, atau batu kerikil yang mengandung cukup bahan organik atau humus.
  5. Tersedia sumber air yang cukup (pembungaan dan pembuahan papaya sensitive terhadap kekurangan air), tetapi memiliki drainase yang baik (tanaman papaya sensitive terhadap genangan)
  6. Tanaman papaya sensitive terhadap tiupan angin, sehingga penting memilih lokasi yang tidak sering terkena tiupan angina kencang, atau ditanam wind breaker.
B. Waktu Tanam yang Tepat
Penentuan waktu tanam dalam membangun kebun pepaya sangat penting untuk memperoleh tanaman yang berbunga lengkap. Penanaman pada bulan kering membutuhkan irigasi yang baik. Jika tidak, akan menyebabkan ekspresi seks dengan kondisi bunga betina dan jantan yang lebih tinggi. Akibatnya, kuantitas dan kualitas buah layak jual akan menurun.
Tujuan dari tahapan ini adalah untuk menetapkan waktu penanaman yang tepat yang dapat menjamin bibit pepaya tumbuh secara optimal dengan proporsi bunga lengkap paling tinggi. Berikut ini langkah-langkah yang dapat ditempuh.
  1. Menghubungi stasiun meteorologi terdekat untuk mendapatkan data iklim 10 tahun terakhir di daerah yang terpilih.
  2. Lakukan penentuan rata-rata curah hujan bulanan untuk mengetahui bulan basah daerah (curah hujan bulanan >100 mm/bulan).
  3. Tentukan bulan basah di daerah tersebut.
  4. Pilih dan olah lahan pada akhir bulan kering.
  5. Lakukan pembibitan pada awal bulan basah.
C. Penyediaan Bibit Bermutu
Keberhasilan agribisnis papaya sangat ditentukan oleh varietas yang ditanam, pada saat ini yang paling banyak dicari adalah varietas Callina dan Carisya yang dikembangkan oleh Pusat Kajian Buah Tropika (PKBT) sekarang menjadi Pusat Kajian Hortikultura Tropika (PKHT), Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LPPM), Institut Pertanian Bogor. Selanjutnya pertumbuhan tanaman yang baik di lapangan sangat ditentukan oleh bibit yang vigor dan sehat, sehingga kebun yang dibangun akan menghasilkan keuntungan secara ekonomis. Berikut ini rangkaian kegiatan pembibitan papaya, yang terdiri dari
  1. Penyiapan Media Tanam. Media tanam yang digunakan berupa campuran tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 2 : 1. Masukkan media ke dalam polibag berukuran 8 x 10 cm dan letakkan di dalam sungkup atau di dalam nurseri.
  2. Penyiapan dan Pembuatan Sungkup. Sungkup terbuat dari rangka bambu dengan lebar bawah 1 -1,25 m dan tinggi 0,5 – 0,6 m. Bentuknya melengkung setengah lingkaran. Panjang sungkup disesuaikan dengan kebutuhan bibit. Pembibitan harus berada di tempat terbuka dengan sirkulasi udara yang baik.
  3. Penyemaian Benih. Rendam benih dalam air hangat kuku (sekitar 40 oC) yang dicampur dengan fungisida berbahan aktif propamokarb hidroklorida konsentrasi 2 ml/l atau benomyl konsentrasi 0,5 g/l selama 4 – 6 jam sebelum disemai. Selanjutnya buat lubang tanam di polibag menggunakan jari tangan , kira -kira sedalam 1 – 2 cm. Semai benih ke dalam lubang tanam dengan letak calon akar atau bagian benih yang runcing berada di bawah. Sebelum penyemaian, upayakan media semai dalam keadaan basah.
  4. Pemeliharaan Bibit. Jaga agar persemaian selalu dalam kondisi lembab, tetapi tidak boleh terlalu basah (becek). Untuk menjaga kesuburan bibit, semprotkan pupuk daun lengkap seperti N:P:K (15:15:15) dengan konsentrasi 3 g/l
  5. Pemindahan Bibit. Pindahkan bibit ke lapangan setelah berumur 30 – 40 hari atau telah memiliki 2 – 3 pasang daun sejati dengan tinggi tanaman 10 – 15 cm. Penanaman bibit dilakukan pada pagi atau sore hari di bedengan yang sehari sebelumnya telah disiram air hingga lembab.
Bersambung…

Tips Peluang Usaha Agrobisnis

Peluang Usaha AgrobisnisAnda tertarik mengembangkan peluang usaha agrobisnis?
Jika Anda seorang sarjana pertanian atau menggeluti bidang pertanian, mengembangkan peluang usaha agrobisnis memang cukup potensial.
Usaha agrobisnis merupakan usaha dari aneka hasil pertanian yang bisa dikembangkan menjadi berbagai produk pengembangan teknologi dari hasil-hasil pertanian tersebut.
Peluang usaha agrobisnis yang profesional akan menjadi wadah yang pas bagi para lulusan fakultas pertanian untuk memasuki dunia nyata melalui segmen bisnis. Inilah mental yang harus dikembangkan oleh para lulusan sarjana dalam negeri.

Memanfaatkan Peluang Usaha Agrobisnis

Menjadi wirausaha di bidangnya merupakan sebuah pola pikir kehidupan maju yang lebih dinamis. Jangan hanya mengandalkan peluang dan lowongan sebagai pegawai negeri saja, namun para lulusan perguruan tinggi perlu kreatif berupaya secara mandiri, minimal menciptakan lapangan pekerjaan untuk dirinya sendiri.
Peluang usaha agrobisnis saat ini jarang dilirik oleh para lulusan jurusan agrobisnis itu sendiri, lagi-lagi karena mental wirausaha yang kurang menyebabkan produk lulusan perguruan tinggi dalam negeri akhirnya rela berkali-kali gagal dalam test calon pegawai negeri dan akhirnya bekerja di luar jurusan mereka.

Apa Saja Tips Dan Hal Menarik Seputar Peluang Usaha Agrobisnis?

Berikut ini diantaranya:
1. Peluang usaha agrobisnis yang Anda kelola nantinya merupakan produk-produk alternatif yang memiliki daya kualitas yang lebih tinggi, karena didasarkan pada proses pengolahan kreatif yang mungkin saja tidak terpikirkan oleh kalangan biasa.
2. Untuk memperluas usaha bisnis agrobisnis yang akan Anda kelola, bisa jadi Anda berkolaborasi dengan rekan Anda yang memiliki latar belakang keilmuan yang sama, atau menjalin kerjasama dengan pihak sekolah pertanian atau fakultas pertanian tempat Anda menuntut ilmu sebelumnya.
3. Salah satu jenis produk yang bisa dikembangkan pada peluang usaha agrobisnis adalah produk makanan alternatif atau makanan yang memiliki nilai gizi dan selama ini tidak terpikirkan oleh orang.
Para lulusan agrobisnis perlu merealisasikan secara nyata pengetahuan yang mereka dapatkan di bangku perkuliahan dengan jalan mengelola bisnis hasil agrobisnis secara mandiri atau kelompok.

Peluang Usaha Bisnis Agribisnis Yang Menguntungkan

Peluang Usaha -Oke.Com
usaha agribisnis 300x286 Peluang Usaha Agribisnis Yang MenguntungkanIndonesia Merupakan negara agraris yang kaya akan berbagai macam hasil produk pertanian dan berlimpah ruah. Peluang usaha agribisnis yang menguntungkan di indonesia banyak sekali macamnya. Banyak sekali pegusaha agribisnis yang telah sukses baik di sektor pertanian maupun sektor peternakan.
Peluang usaha agribisnis yang menguntungkansebebenarnya dapat memilih jenis usaha yang ccok dengan ingkungan rumah atau lingkungan tempat akan di adakannya usaha agribisnis, misalnya jika rumah anda di pedesaan dengan memilki pekarangan yang luas, maka anda bisa memilih usaha budidaya ikan lele, budidaya ikan gurame dan sebagainya.
Atau jika anda penggemar burung maka anda bisa membuka usaha ternak burung murai batu misalnya, atau burung love bird, ternak kenari dan sebagainya. Jika anda ingin jenis usaha yang cepet masa panennya maka anda bisa memilih usaha budidaya jamur tiram, budidaya jamur kuping dan sebagainya. Dengan membuka usaha sendiri maka anda juga berarti sudah bisa membuka lapangan kerja bagi orang di sekitar anda, sebab jiika usaha anda berkembang anda pasti membutuhkan karywan.
Peluang usaha agribisnis yang menguntungkan te

Tips Peluang Usaha Agrobisnis

Peluang Usaha AgrobisnisAnda tertarik mengembangkan peluang usaha agrobisnis?
Jika Anda seorang sarjana pertanian atau menggeluti bidang pertanian, mengembangkan peluang usaha agrobisnis memang cukup potensial.
Usaha agrobisnis merupakan usaha dari aneka hasil pertanian yang bisa dikembangkan menjadi berbagai produk pengembangan teknologi dari hasil-hasil pertanian tersebut.
Peluang usaha agrobisnis yang profesional akan menjadi wadah yang pas bagi para lulusan fakultas pertanian untuk memasuki dunia nyata melalui segmen bisnis. Inilah mental yang harus dikembangkan oleh para lulusan sarjana dalam negeri.

Memanfaatkan Peluang Usaha Agrobisnis

Menjadi wirausaha di bidangnya merupakan sebuah pola pikir kehidupan maju yang lebih dinamis. Jangan hanya mengandalkan peluang dan lowongan sebagai pegawai negeri saja, namun para lulusan perguruan tinggi perlu kreatif berupaya secara mandiri, minimal menciptakan lapangan pekerjaan untuk dirinya sendiri.
Peluang usaha agrobisnis saat ini jarang dilirik oleh para lulusan jurusan agrobisnis itu sendiri, lagi-lagi karena mental wirausaha yang kurang menyebabkan produk lulusan perguruan tinggi dalam negeri akhirnya rela berkali-kali gagal dalam test calon pegawai negeri dan akhirnya bekerja di luar jurusan mereka.

Apa Saja Tips Dan Hal Menarik Seputar Peluang Usaha Agrobisnis?

Berikut ini diantaranya:
1. Peluang usaha agrobisnis yang Anda kelola nantinya merupakan produk-produk alternatif yang memiliki daya kualitas yang lebih tinggi, karena didasarkan pada proses pengolahan kreatif yang mungkin saja tidak terpikirkan oleh kalangan biasa.
2. Untuk memperluas usaha bisnis agrobisnis yang akan Anda kelola, bisa jadi Anda berkolaborasi dengan rekan Anda yang memiliki latar belakang keilmuan yang sama, atau menjalin kerjasama dengan pihak sekolah pertanian atau fakultas pertanian tempat Anda menuntut ilmu sebelumnya.
3. Salah satu jenis produk yang bisa dikembangkan pada peluang usaha agrobisnis adalah produk makanan alternatif atau makanan yang memiliki nilai gizi dan selama ini tidak terpikirkan oleh orang.
Para lulusan agrobisnis perlu merealisasikan secara nyata pengetahuan yang mereka dapatkan di bangku perkuliahan dengan jalan mengelola bisnis hasil agrobisnis secara mandiri atau kelompok.
rnyata banyak sekali macamnya , tergantung dengan hobi anda di bidang sektor apa, sektor perkebunan atau pertanian, ataukah peternakan. Di peluangusaha-oke.com ini sudah banyak postingan saya yang membahas berbagai macam usaha agribisnis, anda bisa memilihnya di kategori yang terletak di samping kanan. Kunci kesuksesannya adalah, ulet, jujur, cakap melihat situasi pasar, tidak mudah menyerah dan pandai mengatur keuangan.
Demikian info singkat tentang peluang usaha agribisnis yang menguntungkan, semoga membantu.

AGRIBISNIS (KOMODITI UNGGAS)

PROSPEK DAN ARAH PENGEMBANGAN AGRIBISNIS
(Komoditi Unggas)

Komoditas unggas mempunyai prospek pasar yang sangat baik karena didukung oleh karakteristik produk unggas yang dapat diterima oleh masyarakat Indonesia yang sebagian besar muslim, harga relatif murah dengan akses yang mudah diperoleh karena sudah merupakan barang publik. Komoditas ini merupakan pendorong utama penyediaan protein hewani nasional, sehingga prospek yang sudah bagus ini harus dimanfaatkan untuk memberdayakan peternak di perdesaan melalui pemanfaatan sumberdaya secara lebih optimal. Industri perunggasan di Indonesia berkembang sesuai dengan kemajuan perunggasan global yang mengarah kepada sasaran mencapai tingkat efisiensi usaha yang optimal, sehingga mampu bersaing dengan produk-produk unggas dari luar negeri. Pembangunan industri perunggasan menghadapi tantangan global yang mencakup kesiapan dayasaing produk perunggasan, utamanya bila dikaitkan dengan lemahnya kinerja penyediaan bahan baku pakan, yang merupakan 60-70 persen dari biaya produksi karena sebagian besar masih sangat tergantung dari impor. Upaya meningkatkan dayasaing produk perunggasan harus dilakukan secara simultan dengan mewujudkan harmonisasi kebijakan yang bersifat lintas departemen. Hal ini dilakukan dengan tetap memperhatikan faktor internal seperti menerapkan efisiensi usaha, meningkatkan kualitas produk, menjamin kontinuitas suplai dan sesuai dengan permintaan pasar.

Ternak ayam lokal dan itik dapat menjadi alternatif yang cukup menjanjikan dengan pangsa pasar tertentu, dimana hal ini tidak terlepas dari kenyataan bahwa usaha peternakan ayam lokal dan itik cukup menguntungkan dan dapat diandalkan sebagai sumber pendapatan keluarga.

Profil usaha di sektor primer menunjukkan bahwa usaha peternakan ayam ras pedaging cukup memberikan peluang usaha yang baik, sepanjang manajemen pemeliharaan mengikuti prosedur dan ketetapan yang berlaku. Hal ini ditunjukkan dengan nilai B/C yang diperoleh secara berturut-turut sebesar 1,16; 1,28 dan 1,25 pada usaha mandiri, pola kemitraan inti-plasma dan pola kemitraan poultry shop dengan skala usaha 15 ribu ekor. Indikasi yang hampir sama juga terjadi pada ayam ras petelur pada skala usaha 10 ribu ekor, dengan nilai B/C adalah 1,29 dan 1,13 masing-masing untuk usaha mandiri dan pola kemitraan dengan poultry shop. Hal ini memberikan indikasi bahwa usaha peternakan ayam ras petelur mempunyai keuntungan yang relatif baik bagi para peternak. Sedangkan hal tersebut untuk usaha ayam lokal dan ternak itik masing-masing nilai B/C adalah 1,04 dan 1,2.

Salah satu prospek pasar yang menarik dan perlu dikembangkan adalah industri pakan unggas, dimana biaya pakan ini merupakan komponen tertinggi dalam komposisi biaya produksi industri perunggasan, berkisar antara 60-70 persen. Diproyeksikan masing-masing pada tahun 2010 dan tahun 2020, impor jagung dapat mencapai 4 juta ton dan 8 juta ton jika produksi jagung nasional tidak tumbuh. Jagung untuk pakan unggas memiliki prospek pasar yang sangat baik, dimana dinyatakan bahwa jika industri unggas tumbuh dengan baik, maka kebutuhan akan jagung juga terus meningkat. Pengembangan komoditas jagung perlu mendapatkan perhatian baik oleh pemerintah, swasta maupun masyarakat petani.


Pengembangan Peternakan Unggas

Pengembangan unggas ke depan harus mulai dipikirkan di luar Jawa, dimana ketersediaan pasokan bahan pakan masih memungkinkan, serta prospek pemasaran yang baik. Pengalaman wabah Avian Influenza (AI) beberapa waktu yang lalu memberi pelajaran bahwa sudah saatnya dilakukan desentralisasi industri perunggasan nasional. Upaya ini akan sangat baik ditinjau dari berbagai aspek, baik teknis, ekonomis maupun sosial, dan dalam hal ini memerlukan dukungan kebijakan termasuk ketersediaan inovasi teknologi yang sesuai dengan perkembangan usaha.

Potensi dan arah pengembangan ayam lokal lebih difokuskan terhadap kerentanan potensi genetik terhadap penyakit unggas, sehingga konservasi terhadap plasma nutfah ayam lokal menjadi sangat penting.

Potensi dan arah pengembangan itik dititik beratkan pada perbaikan bibit, sehingga terjadi perbedaan antara itik untuk bibit dan itik untuk produksi. Program intensifikasi itik, dengan merubah pola pemeliharaan tradisional menjadi pemeliharaan terkurung atau intensif perlu dipertimbangkan dalam arah pengembangan peternakan unggas ke depan. Keadaan sawah yang semakin intensif menyebabkan jarak antara panen dan tanam menjadi semakin sempit yang menyebabkan semakin terdesaknya itik gembala. Penggunaan pestisida yang kurang bijaksana dapat menyebabkan kematian itik secara langsung dan menurunnya ketersediaan pakan itik di sawah berupa ikan kecil, cacing, katak dll. secara tidak langsung.

Pengembangan agribisnis komoditas ternak unggas diarahkan untuk: (a) menghasilkan pangan protein hewani sebagai salah satu upaya dalam mempertahankan ketahanan pangan nasional, (b) meningkatkan kemandirian usaha, (c) melestarikan dan memanfaatkan secara sinergis keanekaragaman sumberdaya lokal untuk menjamin usaha peternakan yang berkelanjutan, dan (d) mendorong serta menciptakan produk yang berdayasaing dalam upaya meraih peluang ekspor.

Tujuan pengembangan agribisnis komoditas unggas adalah (a) membangun kecerdasan dan menciptakan kesehatan masyarakat seiring dengan bergesernya permintaan terhadap produk yang aman dan berkualitas, (b) meningkatkan pendapatan peternak melalui peningkatan skala usaha yang optimal berdasarkan sumberdaya yang ada, (c) menciptakan lapangan kerja yang potensial dan tersebar hampir di seluruh wilayah, dan (d) meningkatkan kontribusi terhadap pendapatan devisa negara.


Apabila sasaran pengembangan agribisnis komoditas ternak unggas ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pangan protein hewani pada 10 tahun mendatang, maka setara dengan 1.250 milyar ekor denagn nilai mencapai Rp. 24,5 trilyun. Pelaku investasi pengembangan agribisnis komoditas unggas dibedakan dalam tiga kelompok, yakni investasi yang dilakukan oleh rumah tangga peternak (masyarakat), swasta dan pemerintah.

Kebutuhan investasi masyarakat untuk pengembangan agribisnis ayam ras pedaging dan petelur berkisar antara 10-20 persen, masing-masing sebesar Rp.1 trilyun untuk memenuhi kebutuhan daging dan telur. Estimasi kebutuhan investasi masyarakat untuk pengembangan agribisnis komoditas ayam lokal dan itik adalah sekitar 60 persen, berturut-turut adalah sebesar Rp. 4,5 trilyun dan Rp. 1,5 trilyun. Investasi masyarakat dalam hal ini dapat berupa investasi sumberdaya dan produksi yang meliputi aset tetap seperti lahan, kandang dan tenaga kerja. Sumber pembiayaan dapat berupa kredit dari perbankan maupun lembaga keuangan formal lainnya, serta tidak menutup kemungkinan lembaga keuangan non-formal seperti pinjaman kelompok maupun koperasi bersama.

Pangsa kebutuhan investasi swasta untuk pengembangan agribisnis komoditas ayam pedaging dan petelur rata-rata berkisar antara 80 persen, berturut-turut adalah sebesar Rp. 9,5 trilyun dan Rp. 3,8 trilyun. Estimasi kebutuhan investasi swasta untuk pengembangan komoditas ayam lokal dan itik adalah sekitar 10 persen, dengan nilai Rp. 0,5 trilyun untuk ayam lokal dan Rp. 250 milyar untuk ternak itik. Bentuk investasi swasta dapat berupa peningkatan penyediaan sarana input seperti peningkatan pasokan bibit, pabrik pakan, peralatan serta obat dan vaksin. Investasi di sektor hilir seperti pabrik pengolahan dan prosesing produk unggas seperti penyediaan sarana cold storage dan pembangunan pabrik tepung telur perlu mendapat perhatian yang serius.

Investasi produksi yang berupa infrastruktur oleh pemerintah sangat diperlukan seperti penyediaan benih jagung unggul, penanganan pascapanen berupa pembuatan silo dan sarana transportasi. Estimasi kebutuhan investasi pemerintah untuk pengembangan agribisnis komoditas ayam ras pedaging dan petelur masing-masing adalah sebesar 5 persen, yakni Rp. 500 milyar untuk ayam ras pedaging dan Rp. 200 milyar untuk ayam ras petelur. Pada pengembangan komoditas ayam lokal dan itik, hal tersebut rata-rata berkisar antara 30 persen, dengan nilai berturut-turut Rp. 1 trilyun dan Rp. 750 milyar. Investasi pemerintah utamanya terfokus pada kegiatan promosi dalam upaya meningkatkan konsumsi daging dan telur yang aman, sehat, utuh dan halal. Pelayanan penyuluhan dan pendidikan kepada masyarakat sejak usia dini tentang manfaat mengkonsumsi daging dan telur perlu dilakukan secara konsisten. Peran pemerintah juga diharapkan dalam aspek penelitian dan pengembangan, utamanya dalam hal menyediakan alternatif bahan baku pakan berdasarkan sumberdaya lokal. Demikian pula halnya dengan identifikasi dan evaluasi untuk pengembangan ayam lokal yang resisten terhadap penyakit, serta peningkatan mutu genetik itik.

Peranan pemerintah

Peranan pemerintah juga harus memperhatikan pada pengelolaan pasar, utamanya untuk: (a) melindungi industri ayam dalam negeri dari tekanan persaingan pasar global yang tidak adil, (b) mencegah persaingan tidak sehat antar perusahaan di pasar dalam negeri, (c) pengembangan sistem pencegahan dan penanggulangan wabah penyakit menular, serta (d) dukungan pembangunan infrastruktur penunjang lainnya. Untuk memberi kepastian berusaha pada peternakan mandiri perlu dibuat mekanisme yang menjamin transparansi dalam hal informasi produksi d.o.c., biaya bahan-bahan input, serta kondisi pasar (permintaan, produksi, dan harga).

Kebijakan peternakan unggas diarahkan pada visi pemberdayaan peternak dan usaha agribisnis peternakan, peningkatan nilai tambah dan dayasaing dengan misi mendorong pembangunan peternakan unggas yang tangguh dan berkelanjutan. Salah satu kebijakan yang diperlukan dan berpengaruh efektif mencapai visi tersebut adalah kebijakan dalam memperluas dan meningkatkan basis produksi melalui peningkatan investasi swasta, pemerintah dan masyarakat; serta kebijakan pewilayahan komoditas dan peningkatkan penelitian, penyuluhan dan pendidikan bagi peternak disertai pengembangan kelembagaan.

Untuk mencapai visi, misi dan tujuan program pembangunan pertanian diperlukan kebijakan pendukung. Beberapa kebijakan pendukung yang diperlukan adalah (a) kebijakan pendukung dalam membentuk lingkungan investasi yang kondusif, utamanya dalam hal pelayanan investasi khususnya investasi di luar sektor pertanian, (b) kebijakan dalam hal mempromosikan produk unggas, (c) dukungan kebijakan dan inovasi dalam hal tata-ruang, kesehatan hewan dan kesehatan masyarakat veteriner, serta penegakan aturan yang terkait dengan lalulintas ternak dalam kaitannya dengan pelaksanaan otonomi daerah dan perdagangan global, (d) kebijakan pendukung dalam rangka pencegahan penyakit, utamanya dalam memperkuat pelayanan laboratorium dan pos-pos kesehatan hewan, serta kebijakan penyuluhan tentang bahaya dan pencegahan penularan penyakit unggas, dan (e) perlu membuat kebijakan tentang kemitraan agribisnis perunggasan yang adil baik bagi mitra maupun bagi inti melalui pembagian resiko dan keuntungan yang adil.

Peluang Bisnis Modal Kecil Untung Besar Terbaru



Peluang Bisnis Modal Kecil Untung Besar Terbaru
Peluang Bisnis Modal Kecil Untung Besar Terbaru
PELUANG BISNIS MODAL KECIL UNTUNG BESAR TERBARU - Tak jarang banyak dari kita yang tidak sungkan untuk mengeluarkan dana besar dalam membangun sebuah usaha. Prinsip seperti “mengeluarkan banyak dan mendapatkan banyak” nyatanya masih berlaku di masyakarat kita. Namun, bukan hanya usaha dengan modal besar yang juga dapat menimbun keuntungan besar, dengan modal kecil serta analisa bisnis dan keuangan yang baik kita pun juga bisa mendapat keuntungan besar. Peluang bisnis modal kecil untung besar terbaruseperti Kreasi Sulam Perca bisa menjadi pilihan bagi Anda yang mau membangun bisnis dengan modal kecil namun tetap bisa mendapatkan keuntungan yang besar. 
www.GROSIRBAJUKU.com Sejak tahun 2008 Paling Murah SeDUNIA sebagai pusat grosir baju murah - Terbukti dengan puluhan cabang dan ribuan reseller tersebar diseluruh indonesia Cocok Untuk Peluang Usaha Rumahan BUKTIKAN harga 3500-14ribu | 085773465849 | visit: www.GROSIRBAJUKU.com atau [Klik Disini Selengkapnya]

Hanya bermodalkan uang sebesar satu juta rupiah, Anda sudah bisa mendapatkan perlengkapan dan peralatan operasional seperti benang, kaos, dan alat jahit. Bisnis ini menekankan pada keterampilan menjahit dan menyulam, maka tak heran jika produk yang dihasilkan dari bisnis ini merupakan produk “hand made”. Bahan terpenting dalam mengelola bisnis ini yaitu kain perca. Untuk mendapatkan kain perca yang cukup banyak Anda dapat memasoknya dari pabrik tekstil atau usaha konveksi baju.
Usaha rumahan menjanjikan ini sangat cocok bagi Anda yang gemar atau hobi dalam kegiatan sulam menyulam. Dan bukan hanya itu, diperlukan kemahiran dalam desain dan keindahan produk yang nanti akan tercipta. Produk yang dapat Anda hasilkan dari usaha ini pun beragam. Dari mulai menyulam kain polos dengan benang dan perca, menyulam sarung bantal, membuat tas, hiasan kulkas sampai penutup tempat tidur. Apapun dapat Anda buat karena semua itu tergantung dari kreativitas Anda masing-masing. Dengan tangan kreatif, limbah kain pun dapat menjadi berharga dan memiliki daya jual. 


Dan dalam pengoperasian bisnis ini, jika Anda tidak dapat melakukannya seorang diri Anda dapat mencari partner. Namun carilah partner yang dapat dipercaya dan juga yang memiliki keahlian atau hobi yang sama dalam dunia ini. Setelah itu, bagilah tugas. Misalnya, Anda pandai di bidang kreasi sulam menyulam dan partner Anda mahir di bidang desain, keduanya dapat bersatu agar tercipta produk yang bagus untuk anda jual di pulau tidung. 


Untuk cara pemasarannya, tentu pilihan seperti memasarkan melalui iklan, online, mulut ke mulut, atau melalui pameran dapat Anda lakukan. Melalui cara pameran pula Anda dapat lebih mengenalkan produk usaha Anda kepada khalayak ramai. 
[images : indonetwork.co.id]

Peluang Bisnis Modal Kecil Untung Besar Terbaru



Peluang Bisnis Modal Kecil Untung Besar Terbaru
Peluang Bisnis Modal Kecil Untung Besar Terbaru
PELUANG BISNIS MODAL KECIL UNTUNG BESAR TERBARU - Tak jarang banyak dari kita yang tidak sungkan untuk mengeluarkan dana besar dalam membangun sebuah usaha. Prinsip seperti “mengeluarkan banyak dan mendapatkan banyak” nyatanya masih berlaku di masyakarat kita. Namun, bukan hanya usaha dengan modal besar yang juga dapat menimbun keuntungan besar, dengan modal kecil serta analisa bisnis dan keuangan yang baik kita pun juga bisa mendapat keuntungan besar. Peluang bisnis modal kecil untung besar terbaruseperti Kreasi Sulam Perca bisa menjadi pilihan bagi Anda yang mau membangun bisnis dengan modal kecil namun tetap bisa mendapatkan keuntungan yang besar. 
www.GROSIRBAJUKU.com Sejak tahun 2008 Paling Murah SeDUNIA sebagai pusat grosir baju murah - Terbukti dengan puluhan cabang dan ribuan reseller tersebar diseluruh indonesia Cocok Untuk Peluang Usaha Rumahan BUKTIKAN harga 3500-14ribu | 085773465849 | visit: www.GROSIRBAJUKU.com atau [Klik Disini Selengkapnya]

Hanya bermodalkan uang sebesar satu juta rupiah, Anda sudah bisa mendapatkan perlengkapan dan peralatan operasional seperti benang, kaos, dan alat jahit. Bisnis ini menekankan pada keterampilan menjahit dan menyulam, maka tak heran jika produk yang dihasilkan dari bisnis ini merupakan produk “hand made”. Bahan terpenting dalam mengelola bisnis ini yaitu kain perca. Untuk mendapatkan kain perca yang cukup banyak Anda dapat memasoknya dari pabrik tekstil atau usaha konveksi baju.
Usaha rumahan menjanjikan ini sangat cocok bagi Anda yang gemar atau hobi dalam kegiatan sulam menyulam. Dan bukan hanya itu, diperlukan kemahiran dalam desain dan keindahan produk yang nanti akan tercipta. Produk yang dapat Anda hasilkan dari usaha ini pun beragam. Dari mulai menyulam kain polos dengan benang dan perca, menyulam sarung bantal, membuat tas, hiasan kulkas sampai penutup tempat tidur. Apapun dapat Anda buat karena semua itu tergantung dari kreativitas Anda masing-masing. Dengan tangan kreatif, limbah kain pun dapat menjadi berharga dan memiliki daya jual. 


Dan dalam pengoperasian bisnis ini, jika Anda tidak dapat melakukannya seorang diri Anda dapat mencari partner. Namun carilah partner yang dapat dipercaya dan juga yang memiliki keahlian atau hobi yang sama dalam dunia ini. Setelah itu, bagilah tugas. Misalnya, Anda pandai di bidang kreasi sulam menyulam dan partner Anda mahir di bidang desain, keduanya dapat bersatu agar tercipta produk yang bagus untuk anda jual di pulau tidung. 


Untuk cara pemasarannya, tentu pilihan seperti memasarkan melalui iklan, online, mulut ke mulut, atau melalui pameran dapat Anda lakukan. Melalui cara pameran pula Anda dapat lebih mengenalkan produk usaha Anda kepada khalayak ramai. 
[images : indonetwork.co.id]